Sabtu, 10 Januari 2015

Tulisan Bebas




Jangan Berdiri di Tempat Gelap
Suatu hari di awal sebuah kelas 6 Sekolah Dasar dimulai dengan perkenalan oleh seorang guru bernama Ibu Ari, Sang Kepala Sekolah sekaligus Wali Kelas 6. “Kelas 6 adalah kelas terakhir di tingkat sekolah dasar. Di kelas 6 para siswa akan menghadapi ujian kelulusan yang menentukan bisa atau tidaknya melanjutkan ke jenjang SMP”,  ujar Ibu Ari. Proses belajar mengajar pun berjalan hampir tanpa adanya kejadian penting bagi para siswa termasuk siswa yang akrab dipanggil Ical, nama aslinya AbuRizal, salah satu siswa kelas 6 tersebut. Ical adalah salah seorang siswa teladan di sekolahnya yang selalu mendapat peringkat pertama selama lima tahun berturut-turut.
Ujian akhir sudah berlangsung dan tiba saatnya untuk mengumumkan hasil ujian yang dihadiri oleh para orang tua murid. Ical sudah tidak sabar untuk mengetahui hasil pengumuman ujian dan ia sangat yakin bahwa dialah yang akan disebutkan namanya oleh Kepala Sekolah sebagai peringkat pertama. Wajah Ical sudah sangat gembira karena akan mempersembahkan hadiah yang sangat berharga bagi orang tuanya sebagai murid terbaik. Ia sudah membayangkan bagaimana rasanya jika dipanggil dan maju ke depan panggung menghadap ke seluruh orang tua. Tiba saatnya Kepala Sekolah membacakan nama siswa terbaik yang menempati peringkat pertama. Degup jantung Ical sangat kencang, kaki dan tangannya sangat dingin karena keringat yang mendadak muncul. Teman-temannya bersorak nama Ical saat Kepala Sekolah hendak menyebutkan siswa peringkat pertama. Akhirnya bu Ari mengumumkan yang meraih peringkat pertama adalah Lingga Kusuma Karim. Sedangkan Ical memperoleh peringkat kedua. Mendengar hal itu Ical merasa seluruh persendiannya sangat lemas dan tidak bisa menerima kenyataan bahwa bukan dia yang meraih peringkat pertama. Ia memikirkan peristiwa apa yang membuat ia gagal mempertahankan kejayaan lima tahun itu.
Semenjak dalam perjalanan pulang ke rumah Ical tak banyak bicara. Hingga beberapa hari kemudian Ical menjadi sangat pendiam, suka mengurung diri dalam kamar dan tidak mau makan. Melihat keadaan Ical yang demikian orang tua Ical sangat khawatir dan akhirnya mereka mengajak buah hatinya untuk berlibur ke sebuah villa milik mereka untuk menghibur kesedihan Ical. Namun di sana pun Ical sama seperti di rumah. Hingga di suatu malam Ical diajak pergi ke suatu tempat oleh ayahnya. Ayah Ical menceritakan kepadanya makna dari namanya yaitu AbuRizal (seorang laki-laki pemberani, pemimpin yang berjiwa pelindung). Sang ayah mengatakan : “seorang laki-laki pemberani, pemimpin yang berjiwa pelindung, tak akan membiarkan dirinya dikuasai kesedihan. Bukan kesedihan yang menguasai dirinya, tetapi dirinya yang menguasai kesedihan. Jika kita anggap suasana gembira bagaikan siang hari yang cerah dan terang, maka kesedihan adalah suasana gelap. Kita tidak boleh terlalu lama berada di dalam gelap, karena jika kita terlalu lama di dalam gelap bayangan kita akan pergi meninggalkan kita.” Ical tersentak mendengar perkataan ayahnya. Beberapa nasehat diberikan dan kisah menarik penuh hikmah yang menggugah hati diceritakan sang ayah kepada Ical. Hingga akhirnya terpikirkan dalam benak Ical bahwa terlalu sedih seperti yang dirasakannya saat kemarin adalah hal yang salah besar. Kemudian Ical berkata : “Ical tidak akan menghukum diri sendiri dengan tenggelam dalam kesedihan. Ical harus bangkit dan menjadi bintang yang bersinar penuh makna.” Ical pun kini menemukan bintang paling terang dalam kehidupannya, ibu dan ayahnya. Karena cahaya cinta orang tuanya Ical bisa menemukan cahaya bintang-bintang lainnya. (Diambil dari Novel Anak Sejuta Bintang karya Akmal Nasery Basral)
Tidak semua yang kita inginkan bisa kita raih. Karena terkadang takdir bisa berkata lain tidak seperti apa yang kita harapkan. Tetapi kita harus tetap berusaha untuk melakukan yang terbaik terhadap sesuatu dan bertawakkal. Seandainya apa yang kita harapkan belum tercapai, maka janganlah kita dikuasai kesedihan justru kita yang harus menguasai kesedihan. Yakinlah bahwa Allah memiliki rencana yang terindah untuk hamba-hamba-Nya yang selalu taat kepada-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar