Jumat, 09 Januari 2015

Review film






Identitas Film

Producer  : Regina Septapi

                Cindy Sutedja

Sutradara : Hanny R. Saputra
Pemain     : 
               Amanda Sutanto
               Hudri
Arum Sekarwangi
Titi Rajo Bintang
Verdi Solaiman
Didi Petet
Niniek L Karim
Nobuyuki Suzuki
Olga Lidya
Egi Fedly
Produksi  : LOGO Big Picture
Bahasa   : Bahasa Indonesia
Durasi    : 1:47:57 detik
 

Sebuah kisah nyata dari Bontang, kota kecil di sudut Kalimantan Timur. Kisah tentang anak-anak yang ingin ‘terbang’ saat mereka merasa tak mempunyai ‘sayap’. Namun atas semangat perjuangan mereka, kesungguhan, pengorbanan, serta kerjasama yang baik membuat mereka dapat terbang walaupun tanpa sayap menggapai impiannya nan jauh di sana, yaitu sebuah kemenangan. Ditentukan oleh waktu 12 menit untuk menuju sebuah kemenangan.
Seperti biasanya di kota Jakarta diselenggarakan perhelatan akbar yang digelar setiap bulan Desember, yaitu Grand Prix Marching Band (GPMB). Puluhan marching band datang dari seluruh negeri tak terkecuali marching band Vincero Bontang, semua berjuang menjadi sang juara.
Ketika itu 12 minggu sebelum GPMB marching band Vincero memulai latihan yang dilatih oleh pelatih baru dari Jakarta bernama Retne. Anggota Vincero berjumlah 130 orang yang akan berjuang menjadi sang juara dalam GPMB. Namun di tengah perjalanan latihan, empat orang anggota Vincero mengundurkan diri. Hal ini berarti sang pelatih harus mencari empat orang yang berbakat dalam bermain marching band. Pendaftaran anggota baru marching band Vincero telah dibuka dan audisi pun telah dilakukan. Namun pelatih tak berhasil mendapatkan satu pun orang yang sesuai dengan kriteria yang dicarinya.
Datanglah sebuah keluarga transmigran dari Jakarta terdiri dari seorang ayah dan ibu yang memiliki satu anak remaja perempuan bernama Elain. Elain masih harus menyesuaikan diri pada lingkungan Bontang. Karena suasana di Bontang sangat berbeda dengan suasana di Jakarta yang selalu ramai. Untuk menghilangkan kebosanan, Elain mendaftarkan diri sebagai anggota marching band Vincero dan akhirnya Elain lulus audisi. Sang pelatih masih membutuhkan tiga orang lagi untuk bergabung dengan Vincero.
Suatu ketika Retne, pelatih marching band Vincero pergi ke suatu tempat lalu mendengar sumber suara seperti orang yang sedang bermain alat musik dari marching band. Retne menuju ke arah sumber suara tersebut dan ternyata seorang gadis remaja bernama Tara yang sedang memainkannya.Retne tertarik dengan cara Tara bermain alat music. Kemudian Retne menghampiri Tara namun Tara menampakkan wajah ketakutan saat Retne mendekatinya kemudian Tara berlari. Retne yakin bahwa ia akan menjadi pelatih Tara. Retnedatang yang kedua kalinya untuk menemui Tara agar mengikuti marching band yang dilatihnya. Tara pun menjadi anggota Vincero. Ditambah dua orang laki-laki bernama Lahang dan Roni, mereka berempat berjuang bersama-sama dengan anak-anak Bontang yang lain untuk menjadi sang juara. Akhirnya sudah genap 130 orang anggota marching band Vincero yang siap bertanding di GPMB.
Latihan demi latihan tiga kali seminggu dijalani oleh 130 anak Vincero. Disamping mereka harus sekolah tetapi dengan semangat perjuangannya yang sangat besar mereka rela berlatih selama berjam-jam untuk mendi juara. Sang pelatih sangat menjunjung tinggi kerjasama tim dan kedisiplinan  karena sebuah tim tanpa kerjasama yang baikti dak akan berhasil.
Suatu hari Roni yang berperan sebagai field commander mengalami kecelakaan. Kakinya retak, ia memakai kursi roda. Ini berarti tidak memungkinkan Roni untuk menjadi field commander, sementara semua anggota Vincero saat tampil di lapangan bergantung pada field commander dan dua minggu lagi perlombaan dilaksanakan. Namun walaupun Roni dalam keadaan sakit, ia sangat bersemangat tetap mengikuti latihan bersama teman-teman lainnya dan perannya sebagai field commander diganti oleh Elain. Saat dua minggu sebelum GPMB dan saat Elain dipilih untuk menggantikan peran Roni sebagai field commander, saat itu juga Elain terpilih menjadi salah satu siswa di sekolahnya yang mewakili lomba olimpide fisika yang dilaksanakan pada waktu yang sama dengan GPMB. Hal tersebut terasa berat bagi Elain karena harus memilih dua pilihan yang keduanya sangat penting baginya. Namun dengan pertimbangan bahwa Elain sudah tiga bulan bergabung dengan marching band Vincero dan kini ia sebagai field commander dimana semua anggota tim bergantung padanya saat di lapangan sementara pengumuman perwakilan olimpide fisika dua minggu sebelum GPMB maka Elain memilih tetap bergabung dengan Vincero. Selain itu juga dua minggu lagi GPMB diselenggarakan atau bisa dikatakan perlombaan sudah di depan mata, maka tidak mungkin Elain mengundurka diri karena membutuhkan latihan rutin untuk memberikan hasil terbaik.
Akhirnya tiba saatnya GPMB diselenggarakan di kota Jakartayang dihadiri oleh wali kota Jakarta yang pada saat itu adalah bapak Jokowi, para pejabat yang datang dari Jakarta dan berbagai  daerah tak terkecuali wali kota Bontang. Para orang tua dari anak-anak Bontang juga menghadiri acara tersebut untuk memberi semangat dan menyaksikan penampilan dari anak mereka. Puluhan marching band masing-masing menampilkan kreasinya termasuk marching band Vincero Bontang. Setiap group marching band diberi durasi 12 menit untuk tampil di lapangan.
Semua group marching band masing-masing telah menampilkan berbagai macam kreasinya di depan para juri dan hadirin yang datang. Tiba saatnya untuk mengumumkan hasil perlombaan marching band yang diselenggarakan oleh GPMB. Suasana terlihat semakin tegang, seakan jantung berdetak sangat kencang pada setiap yang datang maupun peserta lomba. Semua anggota Vincero menundukkan kepala sambil berdoa. Di tengah suasana menegangkan akhirnya keputusan juri dibacakan bahwa yang mendapat juara pertama adalah marching band Vincero Bontang. Dalam suasana haru semua anggota Vincero, pelatih dan tim lainnya serta orang-orang yang datang dari Bontang berteriak bahagia, menagis terharu atas kemenangan yang telah diraih.
Ribuan jam berlatih demi 12 menit, suka dan duka telah dilalui bersama oleh anggota Vincero beserta tim pelatih. Mereka bergerak, bernafas, dan berada di tempat yang sama untuk mencapai impian yang sama yaitu menuju kemenangan. Latihan demi latihan dengan kesungguhan, semangat perjuangan yang tinggi, kerjasama tim yang solid, serta pengorbanan yang mereka lakukan akhirnya menjadikan mimpi mereka menjadi kenyataan. Menjadi sang juara kini tidak sekedar mimpi bagi mereka tetapi telah menjadi kenyataan yang tak terlupakan sepanjang hidup mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar