PERENCANAAN SISTEM PAI
SMA MUHAMMADIYAH KASIHAN
Ika Susanti (20120720086)
Yusuf Hanafiah (20120720088)
Nasrudin (20120720089)
Fitroh Resmi Hanum (20120720090)
Dzulkarnain Nur Rohman (20120720092)
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
TAHUN 2014
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Latar
belakang pembuatan makalah ini sebagai tugas dari mata kuliah perencanaan
pendidikan. Dimana dalam mata kuliah ini mahasiswa diajarkan dan mengetahui
bagaimana menyusun perencanaan yang baik dalam bidang pendidikan. Di semester
ini materi yang disajikan berupa pengantar karena sebagai pendatang baru dalam
dunia pendidikan tinggi mahasiswa perlu diberikan pengenalan berupa pengantar
sebelum menginjak ke materi perencanaan pendidikan yang lebih kompleks.
Judul
dari makalah ini adalah “Perencanaan Pendidikan”. Maka yang akan diulas dalam
makalah ini adalah mengetahui bagaiamana perencanaan pendidikan di sekolah yang
baik. Disini akan dijelaskan peumusan masalah, perencanaan pendidikn yang sudah
terpampang dalam slide power point yang sudah dibuat oleh kelompok ini. Mahasiswa sebagai peniliti perlu untuk
mengetahui mengenai Perencanaan Pendidikan sebagai panduan ketika akan membuat
perencanaan.
Adapun objek observasi kelompok 7 adalah SMA Muhammadiyah Kasihan,
Bantul. Sekolah ini berlokasi di kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul,
Yogyakarta. Sekolah ini saat ini dipimpin oleh Dra. Suhartati. Sekolah ini
berdiri pada Mei 1980. Adapun perkembngan sekolah ini dari sejak berdirinya
hingga saat ini belum begitu signifikan, baik secara fisik, financial, maupuin
jumlah siswanya.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Bagaimana
visi, misi dan tujuan SMA Muhammadaiyah Kasihan?
2.
Bagaimana
perencanaan SMA Muhammadiyah Kasihan dalam aspek pendidik?
3.
Bagaimana
perencanaan SMA Muhammadiyah Kasihan dalam aspek peserta didik?
4.
Bagaimana
perencanaan SMA Muhammadiyah Kasihan dalam aspek kurikilum?
5.
Bagaimana
perencanaan SMA Muhammadiyah Kasihan dalam aspek sarana dan prasarana?
6.
Bagaimana
perencanaan SMA Muhammadiyah Kasihan dalam aspek pendanaan?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Visi, Misi dan Tujuan SMA Muhammadaiyah Kasihan
Visi
Muslim Cakap
Berakhlak Mulia
Misi
1.
Melaksanakan
pembinaan budaya islami
2.
Melaksanakan
pembelajaran intensif dalam rangka pengembangan potensi akademik dan
nonakademik
3.
Mengembangkan
potensi siswa dengan ketrampilan secara optimal
4.
Kaderisasi
Muhammadiyah
5.
Melaksanakan
program pembekalan ketrampilan (life skill)
6.
Melaksanakan
program 6K (ketertiban, kebersihan, keamanan, keindahan, kekeluargaan, dan
kerindangan)
7.
Menggiatkan
promosi SMA Muhammadiyah Kasihan kepada masyarakat
8.
Mewujudkan
performance Sekolah unggul
Tujuan
Mengimplementasi surat
al-Ma’un.
Salah satunya
yaitu membantu kaum dhuafa, menyekolahkan anak yang tidak mampu.
Analisis:
1.
Visi
Muslim Cakap:
Membentuk peserta didik untuk menjadi pribadi yang unggul dalam intelektual dan
baik dalam moral.
Perencanaan:
Pihak yang
berkepentingan dalam hal penyusunan visi dan misi adalah seluruh stake holders
dalam hal ini adalah komite sekolah yang terdiri dari bidang humas dari pihak
sekolah dan masyarakat yang diwakili oleh tokoh masyarakat setempat.
Adapun yang
menjadi pertimbangan visi tersebut dirumuskan adalah tuntutan masyarakat yang
menginginkan adanya sebuah sekolah yang berlandaskan keIslaman. Selain itu
fenomena di masyarakat di mana banyaknya anak fakir dan miskin yang tidak
memiliki biaya untuk sekolah.
Berakhlak
mulia: berperilaku baik dalam kehidupan sehari-hari dan mampu mengamalkan
nilai-nilai Islam.
Untuk mencapai
visi berakhlak mulia sekolah melakukan beberapa perencanaan dan upaya,
diantaranya:
a.
Sholat
dhuha selama 15 menit dihitung dari jam 7 pagi sampai 7.15.
b.
Membaca
al-Qur’an bersama-sama sebelum memulai pelajaran.
c.
Sholat
dhuhur berjama’ah
d.
Pengajian
wali murid dan warga sekitar seminggu sekali setiap Ahad pagi
e.
Pelatihan
membaca al-Qur’an bagi seluruh siswa
Visi sekolah
ini belum mengalami perubahan sejak mulai berdirinya karena masih dipandang
baik dan sesuai dengan tuntutan zaman. Komite sekolah belum menghendaki
perubahan visi tersebut. Apabila akreditasi sekolah ini di bawah A dan atau
visi belum tercapai dalam pelaksanaannya, maka akan berimbas pada perubahan
misinya.
B.
Perencanaan SMA Muhammadiyah Kasihan dalam Aspek Pendidik
Jumlah guru di
sekolah ini ada 20 orang, 18 orang adalah guru bersertifikasi, dan 2 orang guru
belum bersertifikasi dan guru tidak tetap. Guru bantu ada 5 orang dan mereka
sudah PNS. Guru tetap yayasan (GTY) ada 15 orang.
Berdasarkan jumlah
kelas dan jumlah siswa, maka guru yang ada sudah cukup memadai. Adapun sistem
recruitment guru adalah dengan cara mendaftar dan menyertakan persyaratan yang
telah ditentukan. Selain itu yang menjadi persyaratan utama penerimaan guru
adalah beragama Islam dan loyal dalam Muhammadiyah. Apabila telah lolos seleksi, maka guru akan
menjadi tenaga pengajar yang berstatus honorer atau guru tidak tetap.
C.
Perencanaan SMA Muhammadiyah Kasihan dalam Aspek Peserta Didik
Jumlah peserta
didik di SMA Muhammadiyah Kasihan ada 87 siswa. Sistem penerimaan siswa harus
mendaftarkan diri terlebih dahulu. Penerimaan siswa di sekolah ini tidak
menggunakan tes, hanya saja ada tes membaca al-Qur’an untuk pemetaan kemampuan membaca al-Qur’an siswa
dan tidak mempengaruhi diterima atau tidaknya. Tahun ajaran baru mendatang
kuota penerimaan siswa baru akan bertambah seiring dengan selesainya
pembangunan gedung baru lantai satu.
Mengenai
prospek alumni ditinjau dari kompetensi lulusannya ada yang melanjutkan kuliah
namun hanya sedikit sekali. Ada juga yang langsung bekerja karena latar
belakang ekonomi yang lemah. Selain itu ada alumni yang menjadi kader
persyarikatan Muhammadiyah.
Dari pemaparan
di atas, secara perencanaan peserta didik sudah cukup baik dan sesuai dengan
kapasitas gedung dan jumlah tenaga pendidik. Hal ini dibuktikan penerimaan di
tahun ajaran baru kuota siswa bertambah seiring dengan selesainya pembangunan
gedung baru.
D.
Perencanaan SMA Muhammadiyah Kasihan dalam Aspek Kurikulum
Sekolah ini
dalam pelaksanaan pembelajarannya menggunakan kurikulum Dinas Pendidikan, yaitu
KTSP yang mencakup pelajaran umum dan kurikulum ISMUBA yang mencakup pelajaran
al-Islam dan kemuhammadiyahan.
Kurikulum dari
pusat kemudian dikembangkan oleh tim pengembangan kurikulum di sekolah
tersebut. Tim pengembangan kurikulum terdiri dari kepala sekolah, wakil
sekolah, guru dan komite sekolah.
E.
Perencanaan SMA Muhammadiyah Kasihan dalam
Aspek Sarana dan Prasarana
Dalam sekolah
telah terdapat laboraturium IPA, lapangan sepak bola, UKS, perpustakaan dan laboratorium
computer.
Menurut kami dilihat
dari perencanaan sarana dan prasarananya serta dari ketersediannya masih kurang
memadai untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Minimnya sarana dan
prasarana tentu akan mempengaruhi hasil belajar siswa.
F.
Perencanaan SMA Muhammadiyah Kasihan dalam Aspek Pendanaan
Sistem
pendanaan di SMA muhammadiyah Kasihan adalah bersumber dari uang SPP
masing-masing siswa. Selain itu sumber pendanaan di sekolah ini berasal dari
donatur yaitu kalangan guru, wali murid, dan masyarakat umum. Di samping itu
infak suka rela dari wali murid juga menjadi sumber pendanaa di sekolah ini.
Meskipun
demikian keuangan di sekolah ini cukup aman, dalam artian selalu bisa mencukupi
seluruh kebutuhan. Belum pernah mengalami terjadinya devisit anggaran di
sekolah ini.
Sekolah ini
tidak pernah berhutang kepada pihak manapun, termasuk bank. Dikarenakan pihak
sekolah tidak mau bermain-main atau berspekulasi dengan uang.
Jadi, secara
pengelolaan keungan dapat disimpulkan bahwa sekolah ini memiliki perencanaan
yang baik. Hal ini dibuktikan dengan jumlah dana atau anggaran yang selalu
mencukupi dan tidak pernah terjadi devisit.
BAB
III
KESIMPULAN
Berdasarkan
keadaan yang ada pada sekolah SMA Muhammadiyah Kasihan yang telah kami
observasi dan wawancarai, maka kelompok kami menyimpulkan bahwa secara garis
besar dilihat dari perencanaan pendidik, peserta didik, kurikulum, dan sarana
serta prasarana sudah dapat dikatakan baik.
Namun, meskipun
perencanaan pada sekolah ini baik tetapi perkembangan sekolah ini masih kurang
baik dari sejak berdirinya. Hal ini karena masih lemahnya sekolah ini dalam
menyusun strategi bagaimana komponen-komponen pendidikan dikelola seoptimal
mungkin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar