Jumat, 28 November 2014

MAKALAH PERENCANAAN PAI



PERENCANAAN SISTEM PAI
SMA MUHAMMADIYAH KASIHAN









Ika Susanti (20120720086)
Yusuf Hanafiah (20120720088)
Nasrudin (20120720089)
Fitroh Resmi Hanum (20120720090)
Dzulkarnain Nur Rohman (20120720092)

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
TAHUN 2014
















BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Latar belakang pembuatan makalah ini sebagai tugas dari mata kuliah perencanaan pendidikan. Dimana dalam mata kuliah ini mahasiswa diajarkan dan mengetahui bagaimana menyusun perencanaan yang baik dalam bidang pendidikan. Di semester ini materi yang disajikan berupa pengantar karena sebagai pendatang baru dalam dunia pendidikan tinggi mahasiswa perlu diberikan pengenalan berupa pengantar sebelum menginjak ke materi perencanaan pendidikan yang lebih kompleks.
Judul dari makalah ini adalah “Perencanaan Pendidikan”. Maka yang akan diulas dalam makalah ini adalah mengetahui bagaiamana perencanaan pendidikan di sekolah yang baik. Disini akan dijelaskan peumusan masalah, perencanaan pendidikn yang sudah terpampang dalam slide power point yang sudah dibuat oleh kelompok ini.  Mahasiswa sebagai peniliti perlu untuk mengetahui mengenai Perencanaan Pendidikan sebagai panduan ketika akan membuat perencanaan.
Adapun objek observasi kelompok 7 adalah SMA Muhammadiyah Kasihan, Bantul. Sekolah ini berlokasi di kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Sekolah ini saat ini dipimpin oleh Dra. Suhartati. Sekolah ini berdiri pada Mei 1980. Adapun perkembngan sekolah ini dari sejak berdirinya hingga saat ini belum begitu signifikan, baik secara fisik, financial, maupuin jumlah siswanya.
B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana visi, misi dan tujuan SMA Muhammadaiyah Kasihan?
2.      Bagaimana perencanaan SMA Muhammadiyah Kasihan dalam aspek pendidik?
3.      Bagaimana perencanaan SMA Muhammadiyah Kasihan dalam aspek peserta didik?
4.      Bagaimana perencanaan SMA Muhammadiyah Kasihan dalam aspek kurikilum?
5.      Bagaimana perencanaan SMA Muhammadiyah Kasihan dalam aspek sarana dan prasarana?
6.      Bagaimana perencanaan SMA Muhammadiyah Kasihan dalam aspek pendanaan?








  

 BAB II
PEMBAHASAN

A.    Visi, Misi dan Tujuan SMA Muhammadaiyah Kasihan
Visi
Muslim Cakap Berakhlak Mulia
Misi
1.      Melaksanakan pembinaan budaya islami 
2.      Melaksanakan pembelajaran intensif dalam rangka pengembangan potensi akademik dan nonakademik
3.      Mengembangkan potensi siswa dengan ketrampilan secara optimal
4.      Kaderisasi Muhammadiyah
5.      Melaksanakan program pembekalan ketrampilan (life skill)
6.      Melaksanakan program 6K (ketertiban, kebersihan, keamanan, keindahan, kekeluargaan, dan kerindangan)
7.      Menggiatkan promosi SMA Muhammadiyah Kasihan kepada masyarakat
8.      Mewujudkan performance Sekolah unggul
Tujuan
                        Mengimplementasi surat al-Ma’un.
Salah satunya yaitu membantu kaum dhuafa, menyekolahkan anak yang tidak mampu.  
Analisis:
1.      Visi
Muslim Cakap: Membentuk peserta didik untuk menjadi pribadi yang unggul dalam intelektual dan baik dalam moral.
Perencanaan:
Pihak yang berkepentingan dalam hal penyusunan visi dan misi adalah seluruh stake holders dalam hal ini adalah komite sekolah yang terdiri dari bidang humas dari pihak sekolah dan masyarakat yang diwakili oleh tokoh masyarakat setempat.
Adapun yang menjadi pertimbangan visi tersebut dirumuskan adalah tuntutan masyarakat yang menginginkan adanya sebuah sekolah yang berlandaskan keIslaman. Selain itu fenomena di masyarakat di mana banyaknya anak fakir dan miskin yang tidak memiliki biaya untuk sekolah.
Berakhlak mulia: berperilaku baik dalam kehidupan sehari-hari dan mampu mengamalkan nilai-nilai Islam.
Untuk mencapai visi berakhlak mulia sekolah melakukan beberapa perencanaan dan upaya, diantaranya:
a.    Sholat dhuha selama 15 menit dihitung dari jam 7 pagi sampai 7.15.
b.    Membaca al-Qur’an bersama-sama sebelum memulai pelajaran.
c.    Sholat dhuhur berjama’ah
d.   Pengajian wali murid dan warga sekitar seminggu sekali setiap Ahad pagi
e.    Pelatihan membaca al-Qur’an bagi seluruh siswa

Visi sekolah ini belum mengalami perubahan sejak mulai berdirinya karena masih dipandang baik dan sesuai dengan tuntutan zaman. Komite sekolah belum menghendaki perubahan visi tersebut. Apabila akreditasi sekolah ini di bawah A dan atau visi belum tercapai dalam pelaksanaannya, maka akan berimbas pada perubahan misinya.


B.     Perencanaan SMA Muhammadiyah Kasihan dalam Aspek Pendidik
Jumlah guru di sekolah ini ada 20 orang, 18 orang adalah guru bersertifikasi, dan 2 orang guru belum bersertifikasi dan guru tidak tetap. Guru bantu ada 5 orang dan mereka sudah PNS. Guru tetap yayasan (GTY) ada 15 orang.
Berdasarkan jumlah kelas dan jumlah siswa, maka guru yang ada sudah cukup memadai. Adapun sistem recruitment guru adalah dengan cara mendaftar dan menyertakan persyaratan yang telah ditentukan. Selain itu yang menjadi persyaratan utama penerimaan guru adalah beragama Islam dan loyal dalam Muhammadiyah.  Apabila telah lolos seleksi, maka guru akan menjadi tenaga pengajar yang berstatus honorer atau guru tidak tetap.
C.    Perencanaan SMA Muhammadiyah Kasihan dalam Aspek Peserta Didik
Jumlah peserta didik di SMA Muhammadiyah Kasihan ada 87 siswa. Sistem penerimaan siswa harus mendaftarkan diri terlebih dahulu. Penerimaan siswa di sekolah ini tidak menggunakan tes, hanya saja ada tes membaca al-Qur’an untuk  pemetaan kemampuan membaca al-Qur’an siswa dan tidak mempengaruhi diterima atau tidaknya. Tahun ajaran baru mendatang kuota penerimaan siswa baru akan bertambah seiring dengan selesainya pembangunan gedung baru lantai satu.
Mengenai prospek alumni ditinjau dari kompetensi lulusannya ada yang melanjutkan kuliah namun hanya sedikit sekali. Ada juga yang langsung bekerja karena latar belakang ekonomi yang lemah. Selain itu ada alumni yang menjadi kader persyarikatan Muhammadiyah.
Dari pemaparan di atas, secara perencanaan peserta didik sudah cukup baik dan sesuai dengan kapasitas gedung dan jumlah tenaga pendidik. Hal ini dibuktikan penerimaan di tahun ajaran baru kuota siswa bertambah seiring dengan selesainya pembangunan gedung baru.  
D.    Perencanaan SMA Muhammadiyah Kasihan dalam Aspek Kurikulum
Sekolah ini dalam pelaksanaan pembelajarannya menggunakan kurikulum Dinas Pendidikan, yaitu KTSP yang mencakup pelajaran umum dan kurikulum ISMUBA yang mencakup pelajaran al-Islam dan kemuhammadiyahan.
Kurikulum dari pusat kemudian dikembangkan oleh tim pengembangan kurikulum di sekolah tersebut. Tim pengembangan kurikulum terdiri dari kepala sekolah, wakil sekolah, guru dan komite sekolah.
E.      Perencanaan SMA Muhammadiyah Kasihan dalam Aspek Sarana dan Prasarana
Dalam sekolah telah terdapat laboraturium IPA, lapangan sepak bola, UKS, perpustakaan dan laboratorium computer.
Menurut kami dilihat dari perencanaan sarana dan prasarananya serta dari ketersediannya masih kurang memadai untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Minimnya sarana dan prasarana tentu akan mempengaruhi hasil belajar siswa.   
F.     Perencanaan SMA Muhammadiyah Kasihan dalam Aspek Pendanaan
Sistem pendanaan di SMA muhammadiyah Kasihan adalah bersumber dari uang SPP masing-masing siswa. Selain itu sumber pendanaan di sekolah ini berasal dari donatur yaitu kalangan guru, wali murid, dan masyarakat umum. Di samping itu infak suka rela dari wali murid juga menjadi sumber pendanaa di sekolah ini.
Meskipun demikian keuangan di sekolah ini cukup aman, dalam artian selalu bisa mencukupi seluruh kebutuhan. Belum pernah mengalami terjadinya devisit anggaran di sekolah ini.
Sekolah ini tidak pernah berhutang kepada pihak manapun, termasuk bank. Dikarenakan pihak sekolah tidak mau bermain-main atau berspekulasi dengan uang.
Jadi, secara pengelolaan keungan dapat disimpulkan bahwa sekolah ini memiliki perencanaan yang baik. Hal ini dibuktikan dengan jumlah dana atau anggaran yang selalu mencukupi dan tidak pernah terjadi devisit.


BAB III
KESIMPULAN

Berdasarkan keadaan yang ada pada sekolah SMA Muhammadiyah Kasihan yang telah kami observasi dan wawancarai, maka kelompok kami menyimpulkan bahwa secara garis besar dilihat dari perencanaan pendidik, peserta didik, kurikulum, dan sarana serta prasarana sudah dapat dikatakan baik.
Namun, meskipun perencanaan pada sekolah ini baik tetapi perkembangan sekolah ini masih kurang baik dari sejak berdirinya. Hal ini karena masih lemahnya sekolah ini dalam menyusun strategi bagaimana komponen-komponen pendidikan dikelola seoptimal mungkin. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar